Ibu Nuraini melahirkan dadakan di ruang ANC RBC

Melahirkan Dadakan, Ruang Pemeriksaan Menjadi Tempat Pertemuan Pertama dengan Sang Buah Hati

Senin, 24 Agustus 2026, menjadi momen yang tak terlupakan di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC). Seorang pasien bernama Ibu Nuraeni datang

ilustrasi kehamilan trimester 1

Tips Sehat di Trimester 1: Ini yang Harus Dilakukan Bumil

Trimester pertama merupakan masa penting dalam kehamilan. Pada periode ini, tubuh ibu mengalami banyak perubahan dan perkembangan janin berlangsung sangat

Rumah Bersalin Cuma-cuma

Rumah Bersalin Cuma-cuma, Hadirkan Akses Persalinan Gratis Bagi Ibu Hamil Dhuafa di Bandung

Bagi sebagian ibu, kehamilan adalah masa yang dipenuhi harapan untuk menyambut kelahiran buah hati. Namun, bagi ibu dari keluarga dhuafa,

20260801_103820

Khitan Gratis Untuk Anak Dhuafa, Kolaborasi RBC dan Yayasan Syiar Syafaat Islam

Dalam islam, anak laki-laki wajib dikhitan apabila ia telah memasuki usia baligh dan dapat dipastikan dalam keadaan berakal. Sebaliknya, jika

Ibu-ibu hamil di RBC yang mengikuti kelas persiapan persalinan

Pentingnya Persiapan Persalinan, Ibu Hamil Wajib Tahu

Persalinan merupakan proses alamiah yang memerlukan persiapan yang matang. Tidak sedikit komplikasi pada ibu dan bayi terjadi bukan semata-mata karena

Ibu Yani Bersama Bayinya Pasca Persalinan

Kisah Persalinan Ibu Yani, Pernah Tidur di Gerobak Saat Hamil

Pertemuan dengan RBC bermula ketika salah satu bidan RBC, Bidan Dewi mengajak Ibu Yani untuk memeriksakan kehamilannya. Namun, ajakan itu

Ibu hamil dhuafa yang mendapatkan bantuan persalinan Paragon

Paragon Wujudkan Komitmen Jaga Kesehatan Keluarga Dhuafa

Bandung – PT Paragon Technology and Innovation menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Komitmen ini diwujudkan dengan penyaluran

20260624_143024

RBC Berhasil Menangani 171 Persalinan di Pertengahan Tahun 2026

Bandung – Alhamdulillah, hingga pertengahan tahun 2026, Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) berhasil mendampingi dan menangani 171 proses persalinan bagi ibu

Ibu Nifas RBC

Dari Ekspedisi Untuk Selamatkan Bayi, Kolaborasi Rumah Bersalin Cuma-cuma Selamatkan Ibu Hamil Dhuafa Bersama JNE Cabang Bandung

21 tahun berdiri sejak tahun 2004, Rumah Bersalin Cuma-cuma senantiasa menjaga ikhtiar serta komitmen untuk terus menjaga keselamatan ibu hamil

Kisah Nuraini: Mustahik Pasien Bersalin Gratis yang Kini Jadi Donatur Berkat Bantuan Pemberdayaan Sinergi Foundation

Kisah Nuraini: Mustahik Pasien Bersalin Gratis yang Kini Jadi Donatur Berkat Bantuan Pemberdayaan Sinergi Foundation

Senyumnya merekah dari kejauhan. Seraya menggendong balita lucu berbaju hitam, dengan langkah kakinya perlahan mendekat dengan menenteng kencleng kaleng berwarna

Kisah Pasien RBC Sinergi Foundation Kala Ikuti GIP: Suami Tak Lagi Keluar Rumah untuk Pura-pura Kerja

Pasien RBC Sinergi Foundation Kala Ikuti Program GIP

Edisi.co.id – Program di bidang kesehatan Sinergi Foundation, Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) miliki strategi untuk naikan level penerima manfaat yang mereka sebut member. Strategi tersebut terangkum dalam program Gerakan Ibu Peduli (GIP).

“Sejak tahun 2022, Gerakan Ibu Peduli bertujuan untuk melatih kesadaran ibu dhuafa dan keluarganya untuk membiasakan berinfak atau bersedekah,” kata Marketing Komunikasi, Fantria Ayuning via WhatsApp, Rabu (19/6).

Lebih jauhnya, gerakan ini mencoba membangun nilai-nilai syukur dan empati terhadap sesama ibu. Meskipun kondisi yang dihadapi berbeda-beda.

“Dari Gerakan ini diharapkan dapat membangun rasa syukur dalam keadaan apapun, rasa empati terhadap sesama manusia dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT,” lanjut Ayu, sapaan akrabnya.

Mekanismenya, GIP ini sifatnya sukarela. Siapa saja member yang ingin bergabung diperbolehkan. Nantinya akan ada sosialisasi dari RBC mengenai program GIP ini, setelah itu member akan membawa kencleng untuk mereka isi dan stor ke RBC di kemudian hari.

“Gagasan besarnya GIP ingin menjadi wadah bagi para member untuk bertransformasi dari member menjadi donatur,” jelasnya.

Buka Keberkahan dan Kemudahan

Ayu menceritakan ada satu member yang mentestimonikan manfat program GIP ini. Member tersebut adalah Elis. Usianya menjadi member baru seumur jagung. Tepatnya saat Ramadan 2024 kemarin.

Dengan gerakan GIP tersebut, Elis tertarik untuk belajar bersedekah. Meskipun ia pun menyadari, nominal yang bakal terkumpul tak akan seberapa. Tekad dan kegigihannya itu pun Elis buktikan kala datang ke RBC untuk kontrol.

“Ibu Elis datang untuk control kesehatan sekaligus mau ngasih kencleng yang udah dia isi kurang lebih 2 bulanan,” cerita Ayu.

“Setoran” pertamanya itu diiringi dengan untaian cerita. Cerita tersebut yakni ada banyak kemudahan yang ia rasakan setelah niatkan diri untuk bersedekah melalui GIP.

Kemudahan pertama keluarga yang beralamat di Cigondewah, Kabupaten Bandung ini mana kala sang suami mendapat kerja setelah sekian lama menganggur. Elis cerita, meskipun pekerjaan sebagai kuli bangunan yang notabene waktunya singkat, tapi setelah itu ada tawaran lagi.

“Tadinya dia (suami) pura-pura pergi ke luar biar kayak ada kerjaan karena malu anak-anaknya minta uang terus tapi gak bisa ngasih,” kata Elis.

Kemudahan berikutnya ketika anak ibu berusia 32 tahun ini yang pesimis akan masuk SMP terdekat melalui sistem zonasi. Tiba-tiba selang beberapa hari ia mendapat kabar dinyatakan lulus.

“Padahal tadinya udah gak ada harapan,” ungkap Elis.

Kemudian keajaiban yang ketiga ketika anaknya yang tengah duduk di bangku SD terancam tak bisa ujian lantaran miliki tunggakan. Namun di detik-detik menjelang ujian, ada kabar tunggakannya telah tuntas.

“Allah baik banget sama saya teh, rezeki itu ternyata bukan cuma uang. tapi kemudahan kayak gini yang tadinya bikin saya sedih alhamdulillah Allah kasih kemudahan,” pungkas Elis seraya kedua bola matanya berkaca-kaca menahan tangis.***

Source: https://www.edisi.co.id/berita/9713033065/kisah-pasien-rbc-sinergi-foundation-kala-ikuti-gip-suami-tak-lagi-keluar-rumah-untuk-pura-pura-kerja